Mensesneg pastikan diaspora Aceh di Malaysia bisa salurkan bantuan korban bencana melalui BNPB, dukung pemulihan sosial dan kemanusiaan.
Menteri Sekretaris Negara menegaskan bahwa diaspora Aceh di Malaysia dapat menyalurkan bantuan untuk korban bencana melalui BNPB. Langkah ini menjadi saluran resmi yang memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.
Sekaligus menggambarkan potret solidaritas di tengah tantangan sosial dan kondisi masyarakat terdampak. Bagaimana mekanisme penyaluran dan dampak bantuan ini? Berikut ulasan lengkapnya hanya di Hilang Harapan.
Diaspora Aceh Malaysia Dapat Salurkan Bantuan Melalui BNPB
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memastikan diaspora Aceh di Malaysia dapat menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Sumatera melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Bencana DPR RI dan Satgas Percepatan Rehabilitasi.
Dan Rekonstruksi Pascabencana Pemerintah di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (18/2/2026). Prasetyo menyampaikan apresiasi kepada diaspora Aceh atas solidaritas dan kepedulian mereka.
Ia menegaskan bantuan yang berasal dari komunitas masyarakat dan keluarga korban dapat diterima melalui jalur BNPB agar tersalurkan langsung ke lokasi terdampak. Langkah ini juga menjadi solusi atas kendala penyaluran bantuan yang sempat tertunda, memastikan bantuan tidak terhambat birokrasi dan dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Rapat Koordinasi DPR Dan Pemerintah
Dalam rapat koordinasi tersebut, Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, membacakan kesimpulan rapat terkait bantuan diaspora Aceh di Malaysia. Ia menegaskan bahwa Satgas Pemulihan Pascabencana DPR mendukung pemerintah untuk menerima bantuan tersebut melalui BNPB.
Kesepakatan ini mempermudah proses penyaluran bantuan barang dan dana ke masyarakat terdampak bencana. Tujuan utama adalah memastikan bantuan dapat cepat sampai ke lokasi, mengurangi beban korban dan mempercepat pemulihan pascagempa atau banjir di Sumatera.
Dukungan DPR juga menegaskan sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam menangani bencana. Sekaligus memberikan kepastian hukum bahwa bantuan dari diaspora dapat diterima secara resmi dan aman.
Baca Juga: Potret Keputusasaan: Harga Minyakita Lampaui HET Di Tengah Distribusi
Kendala Penyaluran Bantuan Dari Malaysia
Sebelumnya, bantuan dari diaspora Aceh di Malaysia mengalami kendala saat pengiriman. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyampaikan bahwa sekitar 500.000 warga Aceh yang bekerja di Malaysia mengumpulkan bantuan berupa barang kebutuhan pangan dan uang untuk keluarga mereka di Sumatera.
Namun, pengiriman dari Port Klang di Kuala Lumpur ke Pelabuhan Lhokseumawe, Pelabuhan Krueng Geukueh, sempat tertahan karena izin dari Bea Cukai belum diberikan. Hal ini menimbulkan keterlambatan dan ketidakpastian bagi warga terdampak.
Tito menekankan bahwa bantuan ini murni berasal dari masyarakat dan keluarga korban, bukan bantuan antar-pemerintah (G to G). Sehingga bisa diterima sepanjang tidak mengandung barang terlarang seperti narkoba atau senjata api.
Solidaritas Diaspora Aceh
Bantuan yang dikirim oleh diaspora Aceh menunjukkan potret solidaritas sosial yang tinggi. Warga Aceh di Malaysia tidak hanya menyalurkan bantuan untuk keluarganya, tetapi juga membantu masyarakat yang terdampak bencana secara lebih luas melalui jalur resmi BNPB.
Prasetyo menekankan bahwa mekanisme ini memastikan bantuan tersalurkan dengan aman dan tepat sasaran. BNPB menjadi kanal yang transparan, meminimalkan risiko salah distribusi, dan mempermudah koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
Selain itu, inisiatif diaspora Aceh menjadi contoh bagaimana komunitas diaspora bisa berperan aktif. Dalam pemulihan sosial di tanah air, meski berada jauh dari kampung halaman mereka.
Dampak Dan Harapan Penyaluran Bantuan
Dengan adanya jalur resmi BNPB, bantuan dari diaspora Aceh dipastikan sampai ke korban dengan lebih cepat. Hal ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak bencana dan mempercepat proses rehabilitasi serta rekonstruksi pascagempa, banjir, atau bencana alam lainnya.
Langkah ini juga menjadi pembelajaran bagi pemerintah untuk terus memfasilitasi keterlibatan diaspora dalam penanggulangan bencana, termasuk mempermudah prosedur administrasi tanpa mengabaikan keamanan dan regulasi.
Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat, BNPB, DPR, dan diaspora diharapkan semakin kuat, memastikan bantuan sosial dari masyarakat dapat memberikan dampak positif nyata bagi korban bencana di seluruh Indonesia.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari kompas.tv
- Gambar Kedua dari voi.id