Sebanyak 94 warga terpaksa mengungsi akibat banjir yang melanda Katimbang, Makassar, hujan deras menyebabkan permukiman terendam.
Banjir kembali melanda wilayah Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, menyebabkan puluhan warga harus mengungsi. Sedikitnya 94 warga terdampak dan terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat genangan air yang terus meningkat sejak hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Hilang Harapan.
Kronologi Banjir di Katimbang
Banjir di Katimbang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Makassar dan sekitarnya selama beberapa jam. Curah hujan yang tinggi menyebabkan saluran drainase tidak mampu menampung debit air, sehingga air meluap ke permukiman warga.
Kawasan Katimbang memang dikenal sebagai salah satu wilayah rawan banjir, terutama saat musim hujan. Topografi rendah serta aliran air yang tersumbat membuat genangan cepat terbentuk dan sulit surut dalam waktu singkat.
Warga menyebut banjir kali ini datang cukup cepat, terutama pada malam hari. Kondisi tersebut membuat sebagian warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang rumah tangga sebelum air masuk ke dalam rumah.
Proses Evakuasi dan Pengungsian Warga
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan melakukan evakuasi terhadap warga terdampak banjir. Proses evakuasi difokuskan pada rumah-rumah yang terendam cukup dalam dan berisiko membahayakan keselamatan penghuni.
Sebanyak 94 warga dievakuasi ke lokasi pengungsian sementara yang telah disiapkan oleh pemerintah setempat. Lokasi pengungsian berada di tempat yang lebih tinggi dan aman dari genangan air, seperti balai warga dan fasilitas umum.
Di pengungsian, warga mendapatkan bantuan logistik awal berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, serta kebutuhan dasar lainnya. Petugas juga memastikan kondisi kesehatan para pengungsi tetap terpantau.
Baca Juga: Jepara Dilanda Banjir Dan Longsor, Sejumlah Desa Terisolasi
Dampak Banjir Terhadap Aktivitas Warga
Banjir menyebabkan aktivitas warga Katimbang lumpuh sementara. Banyak warga tidak dapat berangkat bekerja, sementara anak-anak terpaksa tidak masuk sekolah karena akses jalan terendam air.
Selain itu, sejumlah perabot rumah tangga dan barang elektronik warga mengalami kerusakan akibat terendam air. Kerugian material diperkirakan cukup besar, terutama bagi keluarga yang terdampak langsung banjir.
Genangan air juga menimbulkan kekhawatiran akan munculnya penyakit pascabanjir. Warga berharap air segera surut agar mereka bisa kembali ke rumah dan membersihkan sisa-sisa lumpur yang terbawa banjir.
Upaya Penanganan dan Antisipasi Pemerintah
Pemerintah Kota Makassar melalui instansi terkait terus melakukan upaya penanganan banjir. Selain evakuasi dan bantuan darurat, petugas juga melakukan pemantauan intensif terhadap ketinggian air di wilayah terdampak.
Langkah antisipasi jangka pendek dilakukan dengan membersihkan saluran drainase dan mengatur aliran air agar genangan cepat surut. Pemerintah juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.
Ke depan, pemerintah berencana memperkuat sistem drainase dan melakukan normalisasi saluran air di kawasan rawan banjir. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir serupa di masa mendatang.
Jangan lewatkan update berita seputaran Hilang Harapan serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari detikcom
- Gambar Kedua dari Liputan6.com