Tragedi Longsor Cisarua: 80 Rumah Rusak, 25 Warga Masih Hilang
Tragedi Longsor Cisarua: 80 Rumah Rusak, 25 Warga Masih Hilang

Tragedi Longsor Cisarua: 80 Rumah Rusak, 25 Warga Masih Hilang

Bagikan

Longsor Cisarua hancurkan 80 rumah, 25 warga hilang. Relokasi dilakukan, warga tetap dilanda ketakutan dan keputusasaan.

Tragedi Longsor Cisarua: 80 Rumah Rusak, 25 Warga Masih Hilang

Bencana longsor di Cisarua menyisakan duka mendalam. Puluhan rumah rusak, ratusan warga terdampak, dan 25 orang masih hilang. Relokasi darurat dijalankan, tapi ketakutan dan keputusasaan masih membayangi masyarakat setempat.

Berita ini menyoroti perjuangan mereka bertahan di tengah realita sosial yang berat.

Longsor Cisarua Hancurkan Rumah Warga

Longsor terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari, menerjang Kampung Pasir Kuning, Pasir Kuda, dan Kampung Babakan di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Bencana ini menyebabkan 48 rumah mengalami kerusakan dan menghantam puluhan keluarga.

Sebanyak 80 warga terdampak, dengan 55 orang berhasil ditemukan dan selamat. Namun, 25 warga lainnya masih dalam pencarian oleh Tim SAR gabungan, menimbulkan kepanikan dan ketidakpastian di kalangan masyarakat.

Pihak berwenang terus memantau kondisi wilayah dan mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Evakuasi dilakukan secara bertahap dengan prioritas bagi mereka yang berada di zona merah atau terdampak langsung.

Relokasi Rumah Di Zona Terdampak

Incident Commander penanganan longsor, Ade Zakir, menyebut pihaknya telah mendapatkan data zonasi rumah warga. Zonasi dibagi menjadi tiga kategori: terdampak, terancam, dan aman. Data ini menjadi dasar penentuan rumah yang harus direlokasi.

Dari pendataan awal, ada 80 rumah yang akan direlokasi. Rinciannya, 46 rumah rusak parah akibat gerakan tanah, sementara 34 rumah lainnya berada di zona merah yang rawan longsor. Warga dari rumah aman pun banyak yang memilih mengungsi sementara.

Penataan rumah dilakukan dengan cermat, agar relokasi tepat sasaran. Pemerintah mengimbau warga di zona aman agar tetap mengikuti arahan petugas sebelum kembali ke rumah masing-masing untuk menghindari risiko lebih lanjut.

Baca Juga: Tanah Bergerak Terjang Sukamakmur Bogor, Warga Dilanda Cemas

Perbaikan Sarana Air Dan Infrastruktur

Perbaikan Sarana Air Dan Infrastruktur 700

Bencana ini juga merusak saluran air bersih sehingga mengganggu pasokan air bagi warga. Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan pihaknya menginisiasi pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Berdasarkan laporan kepala desa, diperlukan sekitar 10 titik sumur bor untuk memastikan suplai air bagi warga terdampak. Perbaikan sarana air menjadi prioritas sebelum warga yang mengungsi kembali ke rumahnya.

Selain itu, akses jalan dan fasilitas umum lainnya juga diperiksa. Pemerintah daerah memastikan infrastruktur vital dapat segera berfungsi, agar warga bisa kembali menata kehidupan pasca-bencana dengan aman.

Upaya Penanganan Dan Dukungan Warga

Tim SAR gabungan bekerja keras melakukan pencarian 25 warga yang belum ditemukan. Operasi dilakukan siang dan malam, melibatkan aparat kepolisian, TNI, BPBD, dan relawan setempat.

Masyarakat sekitar turut membantu evakuasi dan distribusi bantuan logistik bagi keluarga yang terdampak. Bantuan berupa makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya diberikan untuk meringankan beban mereka.

Pemerintah juga menyiapkan fasilitas pengungsian sementara. Warga diminta tetap bersabar dan mengikuti arahan petugas agar proses evakuasi dan relokasi berjalan lancar. Kesadaran masyarakat menjadi kunci keselamatan di tengah kondisi rawan bencana.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari inews.id