Kronjo Tangerang Lumpuh Diterjang Banjir
Kronjo Tangerang Lumpuh Diterjang Banjir

Kronjo Tangerang Lumpuh Diterjang Banjir, Ribuan Rumah Masih Tergenang

Bagikan

Banjir melanda Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, sebanyak 1.236 rumah masih terendam dengan ketinggian air mencapai 70 cm.

Kronjo Tangerang Lumpuh Diterjang Banjir

Banjir yang melanda Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut. Data terbaru mencatat sebanyak 1.236 rumah warga masih terendam banjir, dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter di sejumlah titik. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh dan memaksa sebagian warga bertahan di rumah dengan keterbatasan logistik.

Temukan rangkuman informasi menarik hanya di Hilang Harapan.

Kondisi Terkini Banjir di Kronjo

Hingga hari ini, banjir masih menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Kronjo. Ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 70 sentimeter, dengan titik terparah berada di permukiman padat penduduk. Genangan air memasuki rumah warga, merendam perabotan, dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Warga terpaksa membatasi aktivitas di luar rumah karena akses jalan utama dan lingkungan permukiman masih tergenang. Anak-anak kesulitan bersekolah, sementara sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat atau fasilitas umum yang lebih aman. Meski demikian, tidak sedikit warga yang bertahan karena khawatir meninggalkan harta benda.

Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan dan pendataan rumah terdampak. Pemerintah daerah memastikan bahwa banjir masih menjadi fokus utama penanganan, sembari menunggu kondisi cuaca membaik agar air dapat surut secara bertahap.

Ribuan Rumah Warga Terdampak

Banjir Kronjo berdampak langsung pada 1.236 rumah warga yang tersebar di beberapa desa. Sebagian besar rumah tersebut merupakan bangunan permanen sederhana yang berada di dataran rendah, sehingga mudah tergenang saat hujan deras dan saluran air meluap.

Selain rumah, fasilitas umum seperti musala, sekolah, dan jalan lingkungan juga ikut terendam. Kondisi ini membuat aktivitas sosial dan ekonomi warga terhenti. Para pedagang kecil dan pelaku usaha rumahan mengaku mengalami kerugian karena tidak bisa beroperasi selama banjir berlangsung.

Warga berharap adanya bantuan logistik dan perhatian lebih dari pemerintah, terutama bagi keluarga rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga sakit. Kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, air bersih, dan obat-obatan menjadi prioritas di tengah kondisi darurat ini.

Baca Juga: Kuasa Hukum Soroti Eks Bupati Mangkir di Sidang Korupsi Masjid Agung

Penyebab Banjir dan Faktor Pendukung

Penyebab Banjir dan Faktor Pendukung

Banjir di Kronjo disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor. Curah hujan tinggi dalam waktu cukup lama menjadi pemicu utama meningkatnya volume air di wilayah tersebut. Air hujan yang tidak tertampung dengan baik akhirnya meluap ke permukiman warga.

Selain faktor cuaca, kondisi drainase yang tidak optimal turut memperparah banjir. Saluran air yang sempit, dangkal, dan tersumbat sedimentasi membuat aliran air terhambat. Di beberapa titik, air dari area persawahan dan lahan terbuka mengalir langsung ke permukiman tanpa penghalang.

Warga juga menilai bahwa perubahan tata guna lahan berkontribusi terhadap banjir yang kian sering terjadi. Berkurangnya area resapan air membuat wilayah Kronjo semakin rentan terhadap genangan, terutama saat hujan deras melanda secara beruntun.

Upaya Penanganan dan Bantuan Darurat

Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah melakukan berbagai upaya penanganan. Evakuasi warga terdampak terus dilakukan, terutama bagi mereka yang rumahnya terendam cukup tinggi dan berisiko bagi keselamatan.

Bantuan darurat mulai disalurkan berupa makanan siap saji, air mineral, dan kebutuhan pokok lainnya. Petugas kesehatan juga disiagakan untuk mengantisipasi munculnya penyakit akibat banjir, seperti diare, penyakit kulit, dan infeksi saluran pernapasan.

Selain penanganan darurat, petugas melakukan upaya percepatan surutnya air dengan membuka jalur aliran dan membersihkan saluran drainase yang tersumbat. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

Harapan Warga dan Solusi Jangka Panjang

Warga Kronjo berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang. Normalisasi saluran air, perbaikan drainase, dan pembangunan sistem pengendali banjir menjadi harapan utama masyarakat agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Selain infrastruktur, warga juga menginginkan adanya perencanaan tata ruang yang lebih baik. Pengendalian alih fungsi lahan dan penambahan area resapan air dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir di masa depan.

Dengan langkah penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan, masyarakat berharap Kronjo dapat terbebas dari banjir berkepanjangan. Banjir kali ini menjadi pengingat bahwa penanganan lingkungan dan infrastruktur harus menjadi prioritas demi keselamatan dan kenyamanan warga.

Jangan lewatkan update berita seputaran Hilang Harapan serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari CNN Indonesia
  2. Gambar Kedua dari VOI