Hidup Terancam Dan Terisolasi, Warga Komorbid Menangis Hadapi Bau RDF Rorotan

Bagikan

Warga komorbid di JGC hidup terisolasi akibat bau RDF Rorotan, Nadine menangis minta pabrik ditutup demi keselamatan kesehatan.

Hidup Terancam Dan Terisolasi, Warga Komorbid Menangis Hadapi Bau RDF Rorotan 700

Hidup warga komorbid di Jakarta Garden City terancam akibat bau menyengat dari pabrik RDF Rorotan. Nadine, salah seorang warga, menangis saat meminta pabrik segera ditutup demi kesehatan dan keselamatan dirinya.

Warga berharap pemerintah dan pengelola pabrik segera mengambil langkah mitigasi. Konflik pro-kontra antara kesehatan masyarakat dan pengolahan sampah ibu kota pun kian nyata. Tetap simak di Zona Evakuasi bagaimana potret keputusasaan di tengah realita sosial.

Tangisan Nadine Di Peresmian Taman Rorotan

Pada Jumat, 30 Januari 2026, Nadine (36), warga Perumahan Jakarta Garden City (JGC), pecah tangisnya saat bertemu Gubernur Jakarta, Pramono Anung, di peresmian Taman Rorotan Cilincing (Roci). Ia nekat menyalip wartawan untuk menyampaikan keluhannya langsung.

Nadine menyoroti bau menyengat dari pabrik pengolahan sampah RDF Rorotan yang masuk ke rumahnya. Ia meminta Gubernur segera menutup fasilitas demi keselamatan warga yang tinggal di sekitar permukiman.

Peristiwa ini menjadi simbol keputusasaan warga yang tinggal dekat pabrik, terutama bagi warga komorbid yang paling rentan terhadap polusi udara dan partikel berbahaya.

Dampak Polusi RDF Terhadap Kesehatan

Dalam wawancara tambahan Minggu, 1 Februari 2026, Nadine menjelaskan kondisi rumahnya memburuk akibat polusi. Hujan terus-menerus selama dua minggu membuat sinar matahari jarang masuk, sehingga sirkulasi udara sangat terganggu.

Setiap kali membuka pintu dan jendela, udara tercemar RDF masuk, memicu sesak napas bagi Nadine sebagai pengidap penyakit komorbid. Ia merasa hidupnya terancam jika kondisi ini terus berlangsung.

Ketidakpastian terkait jenis partikel yang dilepas pabrik menambah rasa frustasi. Nadine menekankan, Kita enggak tahu partikelnya apa saja, karena yang diolah kan sampah se-Jakarta, yang membuatnya hidup terisolasi di rumah.

Baca Juga: Peringatan BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Hari Ini

Protes Langsung Ke Pemerintah

Protes Langsung Ke Pemerintah 700

Saat bertemu Gubernur Pramono, Nadine menangis sambil mendesak agar pabrik RDF Rorotan ditutup. Ia menilai pembangunan fasilitas dekat permukiman merupakan pengkhianatan terhadap warga yang mengharapkan lingkungan sehat.

Perjuangannya untuk tetap sehat menjadi semakin berat karena polusi yang terus masuk ke rumah. Nadine menegaskan hak warga untuk hidup sehat harus dihormati oleh pemerintah.

Situasi ini memicu pro dan kontra di masyarakat. Sebagian warga mendukung penutupan pabrik demi kesehatan, sementara pihak pengelola menekankan RDF penting bagi pengelolaan sampah ibu kota.

Kontroversi RDF Rorotan Dan Dampak Sosial

Pabrik RDF Rorotan dibangun untuk mengurangi volume sampah Jakarta sekaligus menyediakan energi alternatif bagi kota. Namun, lokasinya yang dekat permukiman menimbulkan risiko kesehatan dan gangguan kenyamanan warga.

Warga seperti Nadine menjadi contoh nyata dampak polusi udara dan bau dari fasilitas ini. Kasus ini memicu perdebatan tentang keseimbangan antara kepentingan publik dan kebutuhan pengelolaan sampah.

Selain dampak kesehatan, polusi juga menimbulkan tekanan psikologis. Warga merasa terisolasi, terutama saat membuka pintu dan jendela dapat membawa partikel berbahaya masuk ke rumah.

Harapan Warga Dan Tindakan Mitigasi

Warga terdampak berharap pemerintah dan pengelola pabrik mengambil langkah cepat, termasuk pemindahan fasilitas atau teknologi pengendalian polusi yang lebih modern. Tindakan ini diharapkan mengurangi risiko kesehatan.

Pihak pengelola menegaskan RDF tetap dibutuhkan untuk pengelolaan sampah Jakarta. Namun, mereka berjanji mengevaluasi sistem agar dampak bagi warga bisa diminimalkan, terutama bagi kelompok rentan seperti komorbid.

Kasus ini menjadi potret keputusasaan di tengah realita sosial perkotaan. Dialog terbuka dan mitigasi polusi menjadi langkah penting untuk menyeimbangkan kebutuhan warga dan pengelolaan sampah ibu kota.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.republika.co.id
  • Gambar Kedua dari news.republika.co.id