Evakuasi Dramatis Ibu Dan Anak Tertimbun Longsor Pemalang
Evakuasi Dramatis Ibu Dan Anak Tertimbun Longsor Pemalang

Evakuasi Dramatis Ibu Dan Anak Tertimbun Longsor Pemalang

Bagikan

Longsor di Pemalang menimpa sebuah rumah, membuat ibu dan anak tertimbun, evakuasi berlangsung dramatis dan menegangkan.

Evakuasi Dramatis Ibu Dan Anak Tertimbun Longsor Pemalang

Sebuah tragedi tanah longsor menimpa Dusun Kalitengah, Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul, Pemalang, pada Jumat sore (6/2/2026). ​Peristiwa nahas ini mengakibatkan satu anak perempuan meninggal dunia dan ibunya mengalami luka berat setelah rumah mereka tertimbun material longsor.​ Korban kini telah dievakuasi dan menjalani penanganan medis.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Hilang Harapan.

Longsor Menerjang Rumah Warga

Insiden tanah longsor ini terjadi di RT 04 RW, Dusun Kalitengah, Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, sekitar pukul 16.40 WIB. Sebuah rumah warga yang posisinya sangat dekat dengan tebing di belakangnya, tak mampu menahan terjangan material longsoran yang diakibatkan oleh kondisi cuaca ekstrem.

Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi di lokasi kejadian. “Sebelum kejadian tanah longsor, memang dari keterangan warga, intensitas hujan cukup tinggi di lokasi kejadian,” jelas Rendy saat dihubungi detikJateng pada Jumat (6/2/2026).

Longsoran tebing tersebut langsung menimpa rumah warga yang di dalamnya terdapat seorang ibu dan anaknya. Peristiwa ini terjadi begitu cepat, membuat kedua korban tidak sempat menyelamatkan diri dari reruntuhan material tanah dan bebatuan yang menimbun rumah mereka.

Evakuasi Dramatis di Tengah Hujan

Proses evakuasi korban berjalan sangat dramatis dan penuh tantangan. Tim gabungan segera menuju lokasi kejadian setelah menerima informasi mengenai musibah tersebut. Cuaca yang masih diguyur hujan deras menambah tingkat kesulitan dan risiko longsor susulan yang bisa membahayakan tim penyelamat.

“Kita menerima informasi ini, langsung ke lokasi kejadian. Bersama tim gabungan melakukan evakuasi dengan hati-hati,” tutur Rendy. Tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, pihak kecamatan, pihak desa, serta relawan dan warga setempat, bekerja sama untuk mengevakuasi korban dari timbunan longsor.

Setelah upaya keras, kedua korban berhasil dievakuasi dari timbunan material longsor. Mereka segera dilarikan ke Puskesmas Watukumpul untuk mendapatkan penanganan medis. Situasi di lokasi saat itu dipenuhi kecemasan akan keselamatan ibu dan anak yang menjadi korban.

Baca Juga: Cerita Heroik Warga Sukabumi Bikin Tembok Penahan Rp 500 Juta Hadapi Longsor

Nasib Tragis Anak Dan Kondisi Ibu

 Nasib Tragis Anak Dan Kondisi Ibu

Sayangnya, dalam musibah ini, anak perempuan berusia 9 tahun bernama Kiki Puji Yuliani tidak dapat tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya setelah tertimbun longsor. Jenazah Kiki telah dievakuasi ke rumah Kepala Desa Jojogan.

Sementara itu, sang ibu, Yuli Yati (35), mengalami luka berat. Ia langsung dievakuasi ke Puskesmas Watukumpul dan saat ini masih dalam penanganan medis. Pihak puskesmas berupaya semaksimal mungkin untuk memulihkan kondisi Yuli Yati pasca-tragedi yang menimpanya.

Kondisi luka-luka yang dialami Yuli Yati memerlukan perhatian intensif dari tenaga medis. Proses pemulihan fisik dan psikis pasca-bencana seperti ini tentu membutuhkan waktu dan dukungan yang kuat. Keluarga dan kerabat turut mendampingi dalam masa sulit ini.

Himbauan Kewaspadaan Dan Pembersihan Akses Jalan

Usai proses evakuasi korban, tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, pihak kecamatan, pihak desa, serta tim relawan dan warga, bergotong royong membersihkan material longsoran. Pembersihan ini penting dilakukan agar akses jalan yang sempat tertutup dapat kembali dilalui oleh masyarakat.

Kapolres Rendy Setia Permana turut menghimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini sangat penting mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih sering terjadi, terutama di musim penghujan seperti saat ini yang rentan memicu bencana alam.

Masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor, khususnya yang berdekatan dengan tebing atau lereng curam, diminta untuk lebih peka terhadap tanda-tanda alam dan mengikuti informasi dari pihak berwenang. Kewaspadaan dini dan kesiapsiagaan dapat membantu meminimalkan risiko dan dampak bencana.

Jangan lewatkan update berita seputaran Hilang Harapan serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari matanusantara.co.id