Penyintas banjir berharap ekonomi kembali pulih jelang Ramadhan, menyalakan harapan di tengah tantangan dan kesulitan mereka.
Setelah diterjang Hilang Harapan dan banjir, banyak penyintas masih berjuang memulihkan kehidupan sehari-hari. Menjelang Ramadhan, mereka menaruh harapan pada kebangkitan aktivitas ekonomi untuk membantu pemulihan keluarga dan komunitas.
Meski lumpur dan kerusakan masih terlihat, asa akan kesejahteraan kembali mendorong mereka bangkit, memperjuangkan kehidupan normal di tengah tantangan yang nyata.
Harapan Pedagang Pasca Banjir Di Pasar Pandan
Para pedagang di Pasar Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, berharap aktivitas ekonomi kembali meningkat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Musibah banjir dan longsor sebelumnya sempat melumpuhkan aktivitas pasar, namun kini geliat jual-beli mulai terasa perlahan.
Isnawati Matondang, pedagang ikan, menyampaikan bahwa pasar kini mulai ramai kembali, meski belum mencapai angka sebelum bencana. Ia berharap momentum Ramadhan dan Lebaran dapat mengembalikan volume penjualan seperti sebelumnya.
Sebelum bencana, Isnawati mampu menjual 60–70 kilogram ikan setiap hari. Kini, penjualan rata-rata masih berada di angka 40 kilogram per hari. Meski begitu, ia tetap optimistis situasi akan membaik seiring pemulihan akses jalan dan kondisi lingkungan sekitar pasar.
Dampak Bencana Terhadap Aktivitas Ekonomi
Banjir dan longsor membuat para pedagang terpaksa menghentikan kegiatan jualan untuk beberapa waktu. Isnawati terpaksa menutup lapaknya selama tiga pekan dan baru kembali berjualan setelah kondisi pasar memungkinkan.
Awal kembali berjualan, suasana pasar tidak terlalu ramai, sehingga pendapatan harian pedagang menurun drastis. Kondisi ini membuat para pedagang harus beradaptasi dan mengelola modal secara lebih hati-hati.
Selain berdampak pada aktivitas ekonomi, rumah pedagang juga terdampak banjir. Isnawati menceritakan rumahnya di Hanjoran terendam lumpur setinggi satu meter. Pembersihan dan pemulihan rumah menjadi bagian dari perjuangan mereka agar bisa kembali berjualan.
Baca Juga: Longsor Cisarua, BNPB Hadapi Tantangan Dalam Evakuasi Korban
Harapan Pedagang Baru Dan Kebutuhan Modal
Pedagang lain, Rahma Wasita Mendrofa, baru enam bulan berjualan di Pasar Pandan sebelum bencana datang. Musibah tersebut tentu memberikan dampak signifikan terhadap usahanya, terutama karena modal yang belum kembali.
Rahma berharap kondisi pasar bisa pulih dan aktivitas ekonomi kembali normal sehingga pendapatan yang diharapkan bisa tercapai. Bagi pedagang baru, setiap kesempatan berjualan sangat penting untuk membangun usaha dan menutupi modal awal.
Ia juga berharap pemerintah dapat memberikan dukungan tambahan, seperti bantuan modal atau program pemulihan ekonomi bagi pedagang yang terdampak. Hal ini dianggap penting agar mereka dapat bangkit dan berjualan kembali secara optimal.
Optimisme Dan Pemulihan Pasar
Meski terdampak bencana, pedagang tetap menaruh optimisme tinggi. Pembukaan akses jalan dan kondisi lingkungan yang semakin pulih diyakini akan mendorong lebih banyak pembeli datang ke pasar.
Para pedagang berharap tidak ada lagi bencana serupa yang mengganggu kehidupan ekonomi mereka. Semangat untuk kembali normal dan meningkatkan pendapatan tetap menjadi prioritas di tengah tantangan pasca-banjir.
Pemulihan ekonomi lokal juga bergantung pada kerja sama antara pedagang, masyarakat, dan pemerintah. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan Pasar Pandan dapat kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi yang ramai dan stabil menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari antaranews.com