Deden Ubah Barang Bekas Jadi Cuanki Mini Padalarang, Kisah Ketekunan Di Tengah Kesulitan
Deden Ubah Barang Bekas Jadi Cuanki Mini Padalarang, Kisah Ketekunan Di Tengah Kesulitan

Deden Ubah Barang Bekas Jadi Cuanki Mini Padalarang, Kisah Ketekunan Di Tengah Kesulitan

Bagikan

Deden sulap barang bekas jadi Cuanki Mini Padalarang, Kisah ketekunan dan semangat melawan kesulitan yang menginspirasi.

Deden Ubah Barang Bekas Jadi Cuanki Mini Padalarang, Kisah Ketekunan Di Tengah Kesulitan

Di Hilang Harapan tengah realita sosial yang penuh tantangan, Deden membuktikan bahwa ketekunan dan kreativitas mampu mengubah kesulitan menjadi peluang. Dari barang bekas, lahirlah Cuanki Mini Padalarang yang kini menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Dari Barang Bekas Ke Miniatur Hidup

Di sebuah sudut Padalarang, uap dari panci mungil tak hanya menandai masakan siap santap, tetapi juga menceritakan kisah ketekunan seorang kepala keluarga. Deden Mahfud Aliyudin (43), akrab disapa Mang Den, adalah pedagang cuanki mini asal Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah, Bandung Barat.

Di balik viralnya Cuanki Mini Padalarang, tersimpan perjuangan panjang yang penuh kegagalan dan kerja keras. Orang biasanya lihat hasilnya saja yang viral. Padahal saya berkali-kali gagal, bongkar pasang, tidur larut, tapi tetap jalan demi keluarga, ujarnya.

Rumah Deden dipenuhi barang bekas kayu, lemari tua, potongan logam yang di tangannya berubah menjadi sesuatu yang bernilai dan hidup.

Awal Karier Dan Dunia Digital

Perjalanan Deden menuju sorotan publik bukan instan. Sejak 2017, ia menekuni dunia kreatif digital, memanfaatkan TikTok dari video acak hingga live streaming gim.

Dari sana, ia menemukan jalannya sebagai kreator miniatur rumah tradisional dengan detail yang nyaris sempurna.

Di kamar studio berukuran 2×3 meter, lemari bekas disulap menjadi rumah tradisional bersekat, ruang tamu ala era Orde Baru, dapur lengkap miniatur pawon berapi, hingga kamar mandi jadul. Semua dirangkai dengan suasana realistis, lengkap aransemen suara dan efek kehidupan.

Deden mengaku miniatur awalnya untuk menenangkan pikiran, tetapi justru membuka jalan rezeki baru.

Baca Juga: Bencana Cuaca Ekstrem Di Sumbawa, Gubernur NTB Lakukan Peninjauan

Pilihan Dan Perjuangan Ekonomi

Pilihan Dan Perjuangan Ekonomi 700

Ada titik di mana Deden menghadapi dilema: melanjutkan dunia digital atau mencari jalan ekonomi lain. Ia memutuskan bertahan di jalur kreatif, dan lahirlah ide Cuanki Mini. Dari barang bekas, ia membuat gerobak mini yang bisa memasak cuanki sungguhan.

Awalnya karena himpitan ekonomi. Mau beli gerobak untuk jualan, tapi mahal. Ya sudah, bikin sendiri ukuran mini, katanya sambil tertawa. Niat awal hanya untuk konten, tapi respons warganet di media sosial meledak.

Warga berkerumun di depan Stasiun Padalarang, membeli cuanki mini seharga Rp1.000 per porsi, yang setiap hari ludes terjual.

Konsistensi Dan Inspirasi

Viralitas bukan tujuan akhir Deden. Setelah berjualan, ia tetap menekuni dunia miniatur rumah jadul yang telah dirawat bertahun-tahun. Konsistensi di dunia digital membuahkan hasil: ia kini dikenal banyak orang, dan sang istri pun mengikuti jejaknya sebagai live streamer dari rumah.

Deden menunjukkan bahwa ketekunan tak selalu butuh ruang besar atau modal tinggi. Dari kamar sempit, barang bekas, dan gerobak mini, ia membangun jalan rezeki pelan, konsisten, dan penuh keyakinan.

Kisahnya menjadi inspirasi nyata bahwa kreativitas dan kerja keras mampu mengubah kesulitan menjadi peluang yang bermanfaat.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari
  • Gambar Kedua dari