BPBK Abdya Lakukan Pembersihan Pascabanjir
BPBK Abdya Lakukan Pembersihan Pascabanjir

BPBK Abdya Lakukan Pembersihan Material Dan Sampah Pascabanjir

Bagikan

BPBK Abdya membersihkan material beton dan sampah setelah banjir, memastikan lingkungan kembali aman dan layak bagi warga terdampak.

BPBK Abdya Lakukan Pembersihan Pascabanjir

Banjir bandang yang melanda Aceh Barat Daya (Abdya) pada Jumat (2/1/2026) meninggalkan jejak kerusakan yang signifikan. Namun, respons cepat datang dari Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya. ​Mereka segera membersihkan material beton dan sampah yang memenuhi area terdampak, menunjukkan kesigapan dalam mitigasi pascabencana.​

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Hilang Harapan.

Penanganan Cepat Pascabanjir, BPBK Abdya Gerak Kilat

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBK Abdya, Nazaruddin, memimpin langsung operasi pembersihan material beton dan sampah. Fokus utama berada di Gampong Blang Padang, Kecamatan Tangan-Tangan, yang menjadi salah satu titik terparah akibat bencana. Langkah cepat ini bertujuan untuk memulihkan kondisi lingkungan dan aksesibilitas masyarakat.

Tim BPBK Abdya mengerahkan satu unit alat berat untuk mengangkat puing-puing, termasuk sisa jembatan yang ambruk. Prioritas pembersihan ini krusial untuk mencegah penumpukan material yang bisa menghambat aliran air sungai di kemudian hari. Kerja keras ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam merespons bencana.

Operasi pembersihan tidak hanya berfokus pada material besar, tetapi juga sampah yang terbawa arus banjir. Penanganan sampah pascabanjir sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit dan menjaga kebersihan lingkungan. Ini merupakan bagian integral dari upaya pemulihan pascabencana yang komprehensif.

Dampak Banjir Yang Mengkhawatirkan, Jembatan dan Talud Ambruk

Nazaruddin mengungkapkan bahwa banjir telah menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur. Sebuah jembatan berukuran 6×4 meter di Blang Padang patah dan ambruk ke sungai. Selain itu, 50 meter beton talud juga ikut roboh, menandakan kekuatan arus banjir yang luar biasa.

Kerusakan ini tidak hanya mengganggu mobilitas warga tetapi juga berpotensi memperparah situasi jika terjadi banjir susulan. Material yang ambruk dapat menyumbat aliran sungai, memicu genangan yang lebih luas dan merusak lebih banyak area. Oleh karena itu, pembersihan material ini menjadi sangat mendesak.

Kejadian ini menjadi pengingat akan kerentanan infrastruktur terhadap bencana alam. Evaluasi dan penguatan struktur, terutama di daerah rawan banjir, perlu menjadi perhatian serius. Upaya preventif jangka panjang sangat diperlukan untuk meminimalisir dampak serupa di masa mendatang.

Baca Juga: Jumlah Korban Meninggal Banjir Sumatera Hari Ini Naik Jadi 1.167

Tiga Kecamatan Terdampak, Kerugian Yang Meluas

 Tiga Kecamatan Terdampak, Kerugian Yang Meluas​

Hujan deras pada Jumat (2/1/2026) memicu banjir luapan di tiga kecamatan di Abdya, yaitu Tangan-Tangan, Manggeng, dan Jeumpa. Meskipun durasi banjir tidak terlalu lama, genangan air merendam delapan gampong, dengan Kecamatan Tangan-Tangan sebagai wilayah yang paling parah terdampak.

Dampak banjir meluas ke berbagai sektor, termasuk permukiman warga, jalan gampong, jalan nasional, hingga areal persawahan. Genangan di permukiman tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi merusak harta benda. Infrastruktur jalan yang tergenang juga menghambat distribusi logistik dan akses darurat.

Areal persawahan yang terendam banjir akan menimbulkan kerugian signifikan bagi petani. Hal ini berpotensi mengganggu ketahanan pangan lokal dan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, perlu ada langkah-langkah pemulihan ekonomi bagi warga terdampak, khususnya sektor pertanian.

Imbauan Kebersihan Lingkungan, Kunci Pencegahan Banjir

Nazaruddin secara tegas mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. Ia menekankan pentingnya tidak membuang sampah sembarangan, serta rutin membersihkan saluran air dan sungai di wilayah masing-masing. Ini adalah langkah pencegahan paling dasar dan efektif.

Lingkungan yang bersih dengan saluran air yang lancar dapat meminimalisir risiko terjadinya banjir. Sampah yang menumpuk merupakan salah satu penyebab utama penyumbatan saluran, yang kemudian memicu luapan air saat hujan deras. Kesadaran kolektif adalah kunci utama dalam upaya mitigasi bencana.

Edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan harus terus digalakkan. Melalui partisipasi aktif masyarakat, diharapkan Abdya dapat menjadi wilayah yang lebih tangguh terhadap ancaman banjir di masa depan. Kerjasama antara pemerintah dan warga sangat esensial.

Jangan lewatkan update berita seputaran Hilang Harapan serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari aceh.tribunnews.com
  • Gambar Kedua dari aceh.tribunnews.com