Banjir Bandang Terjang Delapan Desa di Tabalong Ribuan Warga Kehilangan Rumah Dan Harta

Banjir Bandang Terjang Delapan Desa di Tabalong Ribuan Warga Kehilangan Rumah Dan Harta

Bagikan

Banjir bandang melanda delapan desa di Tabalong, merendam rumah-rumah dan fasilitas umum, ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan harta.

Banjir Bandang Terjang Delapan Desa di Tabalong Ribuan Warga Kehilangan Rumah Dan Harta

Banjir bandang telah melanda delapan desa di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, menyebabkan kerusakan parah dan merendam rumah-rumah hingga setinggi atap.​ Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi ribuan keluarga yang harus kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Mari kita selami lebih dalam kronologi dan dampak bencana ini.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Hilang Harapan.

Dampak Mengerikan Banjir Bandang

Banjir bandang di delapan desa ini telah menimbulkan kerugian yang signifikan. Berdasarkan data sementara dari Polres Balangan, sebanyak 1.466 rumah terendam dan 1.615 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh bencana ini. Skala kerusakan yang meluas menunjukkan betapa dahsyatnya terjangan air bah.

Desa-desa yang menjadi korban termasuk Mayanau, Tebing Tinggi, Simpang Bumbuan, Simpang Nadong, Sungsum, Juuh, Gunung Batu, dan Langkap. Setiap desa menghadapi tingkat kerusakan yang berbeda, namun hampir seluruhnya mengalami kerusakan rumah kategori sedang hingga berat. Kondisi ini memaksa warga untuk mengungsi dan mencari perlindungan.

Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga terendam banjir, termasuk SDN Mayanau, musala, kantor desa dan kecamatan, polsubsektor, puskesmas, masjid, SDN Sungsum, SDN Juuh, Kantor Desa Gunung Batu, dan Kantor Desa Langkap, mengganggu layanan publik dan pendidikan.

Kronologi Kejadian Dan Upaya Penanganan

Banjir bandang ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan meluapnya debit air sungai. Kejadian ini berlangsung cepat, sehingga banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga mereka. Ketinggian air yang mencapai atap rumah mengindikasikan intensitas banjir yang luar biasa.

Kapolres Balangan, AKBP Yulianor Abdi, turut meninjau langsung lokasi banjir di Desa Sungsum. Kehadiran beliau menegaskan keseriusan pihak berwenang dalam menangani bencana ini. Peninjauan ini juga bertujuan untuk memastikan bantuan dan penanganan pascabencana dapat berjalan efektif.

Saat ini, kondisi banjir mulai surut di delapan desa yang terdampak. Petugas gabungan dari berbagai instansi segera turun tangan untuk membantu warga yang menjadi korban. Fokus utama adalah pembersihan pascabencana dan penyediaan bantuan dasar bagi para pengungsi.

Baca Juga: Gelap Pascabencana, Kini 184 Desa Aceh Tengah Kembali Menyala

Rincian Kerusakan di Setiap Desa

Rincian Kerusakan di Setiap Desa

Di Desa Mayanau, 171 rumah dan 171 KK terdampak, dengan 7 rumah rusak berat dan 18 rusak sedang. SDN Mayanau juga terendam, mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Desa Tebing Tinggi mencatat 277 rumah dan 298 KK terdampak, di mana 5 rumah rusak berat dan 11 rusak sedang. Musala, Kantor Desa, dan Kantor Kecamatan Tebing Tinggi turut terendam.

Desa Simpang Bumbuan melaporkan 127 rumah dan 127 KK terdampak, dengan 6 rumah rusak berat dan 19 rusak sedang, serta musala dan langgar yang terendam. Sementara itu, Desa Simpang Nadong memiliki 110 rumah dan 128 KK terdampak, dengan 6 rumah rusak berat dan 14 rusak sedang, termasuk Polsubsektor, musala, dan puskesmas yang terendam.

Desa Sungsum mengalami dampak pada 205 rumah dan 280 KK, dengan 15 rumah rusak berat dan 35 rusak sedang, serta masjid dan SDN Sungsum terendam. Di Desa Juuh, 180 rumah dan 215 KK terdampak, dengan 4 rumah rusak berat dan 7 rusak sedang, serta masjid dan SDN Juuh terendam.

Desa Gunung Batu dan Desa Langkap masing-masing memiliki 198 rumah dan 198 KK terdampak, dengan 3 rumah rusak berat dan 7 rusak sedang di setiap desa. Fasilitas umum seperti masjid dan kantor desa di kedua wilayah ini juga terendam.

Langkah Selanjutnya Dan Harapan Pemulihan

Meskipun banjir sudah mulai surut, proses pemulihan akan memakan waktu dan upaya yang besar. Warga membutuhkan bantuan esensial seperti makanan, pakaian, air bersih, dan tempat tinggal sementara. Solidaritas dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk meringankan beban para korban.

Pemerintah daerah dan lembaga terkait terus berkoordinasi untuk memastikan bantuan logistik dan medis sampai ke tangan yang membutuhkan. Selain itu, evaluasi terhadap penyebab banjir dan langkah-langkah mitigasi di masa depan juga perlu segera dilakukan untuk mencegah terulangnya bencana serupa.

Semoga warga yang terdampak dapat segera bangkit dari musibah ini dan kehidupan mereka dapat kembali normal. Bantuan dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat akan sangat berarti dalam proses pemulihan ini.

Jangan lewatkan update berita seputaran Hilang Harapan serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari sumut.antaranews.com
  • Gambar Kedua dari detik.com