​Angin Kencang Hantam Lamongan, Tembok Pemkab Ambruk, Puluhan Tenda Pasar Malam Porak-Poranda!​

​Angin Kencang Hantam Lamongan, Tembok Pemkab Ambruk, Puluhan Tenda Pasar Malam Porak-Poranda!​

Bagikan

Angin kencang melanda Lamongan merobohkan tembok Pemkab serta merusak puluhan tenda pasar malam warga setempat menimbulkan kepanikan besar.

​Angin Kencang Hantam Lamongan, Tembok Pemkab Ambruk, Puluhan Tenda Pasar Malam Porak-Poranda!​

Lamongan dilanda bencana! Hujan deras disertai angin kencang pada Senin (22/12/2025) sore telah meninggalkan jejak kerusakan parah di berbagai penjuru kota. Bukan hanya bangunan dan tenda, tetapi insiden ini juga mengancam keselamatan warga. Berikut ini Hilang Harapan akan menyelami lebih detail peristiwa yang mengguncang Lamongan ini dan dampaknya yang meluas.

Badai Menerjang, Kerugian Material Dan Dampak Infrastruktur

Hujan deras yang disertai angin kencang melanda Lamongan, Jawa Timur, pada Senin (22/12/2025), menyebabkan kerusakan signifikan di berbagai lokasi. Peristiwa ini bukan sekadar insiden cuaca biasa; dampaknya terasa pada infrastruktur vital dan kegiatan ekonomi lokal. Warga setempat merasakan langsung kekuatan alam yang tak terduga ini.

Salah satu kerugian paling mencolok adalah robohnya tembok di sekitar Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan. Insiden ini menunjukkan betapa dahsyatnya terpaan angin, yang bahkan mampu meruntuhkan struktur bangunan yang kokoh. Petugas segera bergerak untuk mengamankan lokasi dan membersihkan puing-puing.

Selain itu, satu unit kendaraan roda tiga (Tossa) juga tertimpa reruntuhan tembok, menambah daftar kerugian material. Kejadian ini menjadi pengingat betapa pentingnya mitigasi bencana dan kesiapan menghadapi cuaca ekstrem. Kerusakan infrastruktur ini tentunya memerlukan waktu dan upaya untuk pemulihan.

Pasar Malam Megilan Lamongan Luluh Lantak

Dampak paling signifikan terlihat di Lapangan Gajah Mada, tempat diselenggarakannya Pasar Malam Megilan Lamongan 2025. Sekitar 40 tenda atau tenan pasar malam dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat terpaan angin kencang. Pemandangan tenda-tenda yang porak-poranda menggambarkan kerugian besar bagi para pedagang.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, menjelaskan bahwa kerusakan pada tenda-tenda ini menjadi salah satu fokus utama penanganan pasca-bencana. Para pedagang kini harus menghadapi kerugian materiil dan terhambatnya aktivitas ekonomi mereka. Ini tentu menjadi pukulan telak bagi perekonomian lokal.

Kerusakan ini tidak hanya berdampak pada bangunan fisik, tetapi juga pada roda perekonomian mikro di Lamongan. Pasar malam adalah sumber penghidupan bagi banyak keluarga, dan kerusakan ini berarti hilangnya pendapatan. Upaya pemulihan harus mencakup dukungan bagi para pelaku usaha kecil yang terdampak.

Baca Juga: Sumut Bangkit! Ratusan Rumah Bantuan Siap Dihuni Korban Bencana

Ancaman Pohon Tumbang Dan Korban Luka

​Ancaman Pohon Tumbang Dan Korban Luka

Selain kerusakan bangunan, angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di berbagai lokasi. Salah satu insiden terjadi di sisi timur Gedung Pemkab Lamongan, di mana pohon sepanjang sekitar 9 meter tumbang dan menutupi akses jalan. Hal ini mengakibatkan hambatan serius pada arus lalu lintas.

Meskipun tembok roboh dan pohon tumbang tidak menimbulkan korban jiwa, insiden lain mencatat adanya korban luka. Sebuah pohon tumbang di sisi utara lorong Pasar Tingkat Lamongan tidak hanya menutup akses jalan dan merusak sepeda motor, tetapi juga menimpa seorang laki-laki. Kejadian ini menjadi peringatan akan bahaya laten cuaca ekstrem.

Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Na’im, mengonfirmasi bahwa korban laki-laki tersebut, Supendik dari Simbatan, telah dilarikan ke RSUD Soegiri untuk mendapatkan penanganan medis. Pohon tumbang juga terjadi di sekitar RSUD Soegiri, menyebabkan penumpukan kendaraan akibat akses jalan yang tertutup. Ini menunjukkan luasnya dampak bencana ini.

Respon Cepat Dan Upaya Normalisasi

Menyikapi serangkaian kerusakan dan insiden yang terjadi, aparat kepolisian bersama warga dengan sigap melakukan gotong royong membersihkan puing bangunan. Respon cepat ini sangat penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar dan mempercepat proses pemulihan. Kolaborasi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci.

Tim gabungan dari kepolisian dan unsur terkait juga segera berkoordinasi untuk melaksanakan upaya normalisasi. Ini termasuk pembersihan material reruntuhan, evakuasi pohon tumbang, serta pengalihan arus lalu lintas. Langkah-langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan dan mencegah kemacetan parah di area terdampak.

Tindakan proaktif dalam penanganan pasca-bencana ini menunjukkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat Lamongan. Meskipun bencana alam tak dapat dihindari, respon yang cepat dan terkoordinasi dapat meminimalkan dampak dan mempercepat proses pemulihan. Semangat gotong royong terbukti sangat efektif dalam situasi darurat ini.

Jangan lewatkan update berita seputaran Hilang Harapan serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari regional.kompas.com
  • Gambar Kedua dari surabaya.tribunnews.com