Tenda Kejurprov Ambruk, Rumah Warga Rusak Parah Akibat Angin Kencang
Tenda Kejurprov Ambruk, Rumah Warga Rusak Parah Akibat Angin Kencang

Tenda Kejurprov Ambruk, Rumah Warga Rusak Parah Akibat Angin Kencang

Bagikan

Angin kencang di Tulungagung ambrukkan tenda Kejurprov dan rusak belasan rumah warga, warga panik dan kerugian tak sedikit.

Tenda Kejurprov Ambruk, Rumah Warga Rusak Parah Akibat Angin Kencang

Bencana angin kencang melanda Tulungagung, menghancurkan tenda acara Kejurprov dan merusak belasan rumah warga. Warga panik menyaksikan kerusakan yang terjadi begitu cepat.

Akibatnya, banyak keluarga kehilangan tempat tinggal sementara dan harus menghadapi kerugian besar. ini mengupas kronologi kejadian, dampak bagi warga, serta langkah penanganan darurat yang dilakukan oleh pihak berwenang untuk menanggulangi bencana tersebut.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Hujan Deras Dan Angin Kencang Melanda Tulungagung

Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, pada Jumat siang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, ketika cuaca di kawasan itu berubah drastis menjadi gelap dan berangin.

Bencana hidrometeorologi ini melanda dua desa, yaitu Desa Kepuhrejo dan Desa Pojok, sehingga tak hanya menyebabkan kerusakan bangunan namun juga mengguncang warga yang tengah beraktivitas di luar rumah.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan betapa kuatnya tiupan angin, sehingga sejumlah tenda dan struktur ringan terangkat dan roboh dalam waktu singkat. Kejadian ini memicu respons cepat dari aparat dan masyarakat sekitar.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Dampak Kerusakan Di Permukiman Warga

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung mencatat belasan rumah mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang. Sebanyak 15 rumah di Desa Pojok dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atapnya.

Kerusakan itu terutama terjadi pada rumah dengan atap berbahan asbes dan galvalum, yang mudah terangkat oleh angin. Sementara atap genteng tanah liat yang lebih berat cenderung hanya mengalami kerontokan sedikit.

Di Desa Kepuhrejo, tercatat tiga rumah warga rusak akibat terpaan angin. Hingga malam hari, data masih dinamis dan kemungkinan jumlah rumah rusak masih bisa bertambah.

Baca Juga: MLFF Kembali Diuji Coba, Era Baru Bayar Tol Tanpa Berhenti Makin Dekat

Tenda Kejurprov Woodball Roboh

Tenda Kejurprov Woodball Roboh700

Selain merusak rumah warga, angin kencang juga menghantam area kegiatan olahraga. Puluhan tenda yang dipasang untuk Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Woodball di Desa Pojok roboh akibat terpaan angin.

Kejurprov Woodball itu adalah acara olahraga yang digelar untuk pertama kalinya di Tulungagung, dengan format permainan yang mirip golf. Sejumlah tenda UMKM dan tenda utama rusak saat angin tiba‑tiba bertiup kencang.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga setempat menyatakan kendati tenda roboh, panitia tetap berupaya mendirikan kembali fasilitas yang rusak agar acara tidak terganggu secara signifikan.

Penanganan Dan Respons BPBD

BPBD Tulungagung telah melakukan pemantauan langsung setelah menerima laporan dari masyarakat. Petugas berkeliling ke desa terdampak untuk mengidentifikasi titik‑titik kerusakan rumah dan fasilitas publik.

Pendataan kerusakan menjadi langkah awal yang penting agar bantuan dapat segera disalurkan kepada warga yang terdampak bencana ini. Data masih dinamis karena proses survei masih berlangsung.

Selain itu, BPBD juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan, serta selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang setempat.

Tidak Ada Laporan Korban Luka

Meski angin kencang menyebabkan kerusakan materiil yang cukup signifikan, pihak BPBD hingga kini belum menerima laporan adanya korban luka akibat peristiwa tersebut. Hal ini menjadi kabar positif di tengah prihatin atas kerusakan bangunan.

Sampai kini, pendataan masih dilakukan, termasuk kemungkinan tambahan kerusakan yang belum terlihat pada sore hari. Kondisi ini mendorong pendataan yang lebih teliti agar data akhir lebih akurat.

Warga setempat pun diminta tetap berhati‑hati dan menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi perubahan cuaca secara tiba‑tiba, mengingat pola cuaca ekstrem masih mungkin berulang.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari news.detik.com