Puluhan Warga Nekat Kembali ke Kampung Mati Gempol, Meski Terancam!

Puluhan Warga Nekat Kembali ke Kampung Mati Gempol, Meski Terancam!

Bagikan

Puluhan warga Kampung Gempol nekat kembali ke rumah meski zona merah, mempertaruhkan nyawa demi tanah kelahiran mereka.

Puluhan Warga Nekat Kembali ke Kampung Mati Gempol, Meski Terancam!

Kampung Gempol di Desa Cikadu, Palabuhanratu, Sukabumi, pernah dijuluki ‘Kampung Mati’ setelah bencana pergerakan tanah Desember 2024. Wilayah ini ditetapkan Zona Merah, memaksa warganya mengungsi. Setahun kemudian, kehidupan nekat kembali terlihat, bukan karena tanah aman, melainkan karena keterbatasan pilihan dan uang.

​Berikut ini Hilang Harapan akan membahas kisah pilu ratusan warga yang terpaksa kembali mempertaruhkan nyawa di tanah kelahiran mereka.​

Kembalinya Warga ke Zona Merah

Julukan ‘Kampung Mati’ melekat pada Kampung Gempol setelah bencana pergerakan tanah pada Desember 2024. Desa ini, yang dinyatakan sebagai Zona Merah, sempat ditinggalkan penghuninya yang mencari perlindungan di tempat aman. Keputusan untuk mengungsi diambil demi keselamatan jiwa.

Namun, satu tahun kemudian, pada Sabtu (20/12/2025), fenomena mengejutkan terjadi. Ratusan warga yang sebelumnya mengontrak di luar desa terpaksa kembali ke rumah-rumah mereka yang rusak. Pilihan berat ini diambil bukan karena kondisi tanah telah membaik, melainkan karena ketiadaan pilihan dan keterbatasan ekonomi.

Mereka “pulang kampung” dan menempati kembali bangunan-bangunan yang sudah tidak layak huni. Sebuah keputusan yang bertaruh nyawa, namun terpaksa diambil karena desakan keadaan ekonomi yang membelit.

Janji yang Tak Kunjung Terwujud

Dedeh (39), seorang warga setempat, berbagi kisah pilunya. Ia sempat bertahan mengontrak rumah selama tiga bulan dengan menggunakan uang tabungan pribadi. Langkah ini diambilnya karena memegang janji pemerintah melalui BNPB yang akan memberikan Dana Tunggu Hunian (DTH).

“Dulu disuruh ngontrak, katanya mau dikasih uang kontrakan (DTH) Rp 600 ribu per bulan. Tapi kenyataannya enggak ada,” ungkap Dedeh dengan nada kecewa. Janji manis itu tak pernah terealisasi, meninggalkan harapan palsu bagi para pengungsi.

Karena bantuan tak kunjung turun dan tabungan menipis, Dedeh, seorang janda yang harus menafkahi anak dan cucunya, akhirnya menyerah. Ia tak sanggup lagi membayar biaya sewa, sehingga terpaksa kembali ke kampung halaman yang berbahaya itu.

Baca Juga: Darurat Bencana Gayo, 72 Ribu Warga Terjebak Jalan Putus Bantuan Tertunda

Hidup di Tengah Ancaman

Hidup di Tengah Ancaman

Kembali ke rumah lama yang rusak parah bukanlah pilihan yang mudah bagi Dedeh. Rumah yang telah ia tempati selama 13 tahun itu kini sangat rapuh. Lantai rumahnya sering bergetar saat diinjak, dan keramik-keramik sering copot sendiri akibat tekanan tanah dari bawah.

“Kalau diinjak saya takut, bergetar, bergoyang. Lantainya pada copot-copot,” kata Dedeh, menggambarkan ketakutannya. Rasa cemas ini selalu menghantuinya, terutama saat malam tiba atau hujan deras mengguyur.

Meskipun dihantui rasa takut, Dedeh mengaku hanya bisa pasrah. Ia bertahan demi tempat bernaung bagi keluarganya, meskipun nyawa menjadi taruhannya. “Tidur juga takut. Tapi mau lari ke mana lagi? Ya harus bertahan,” ucapnya lirih.

Relokasi yang Mangkrak dan Protes Warga

Fenomena kembalinya warga ke zona bahaya ini dibenarkan oleh Tokoh Masyarakat Kampung Gempol, Hasyim. Menurutnya, warga merasa “dipingpong” oleh janji-janji manis yang tak kunjung terealisasi. Rencana relokasi ke lahan seluas 7 hektare milik Dinas Perkim sudah matang secara konsep.

Bahkan, kapling untuk warga RT 01 dan RT 02 telah dipetakan di atas kertas. Namun, realisasinya mangkrak selama setahun lebih. “Masyarakat menunggu realisasinya. Sampai setahun berjalan, alat berat belum action,” tegas Hasyim.

Data verifikasi terakhir menunjukkan ada 101 Kepala Keluarga (KK) yang seharusnya direlokasi karena rumahnya berada di zona merah. Warga kini menyuarakan protes mereka melalui spanduk yang terpasang di reruntuhan “Kapan Kami di Relokasi Apa Nunggu Ada Yang Mati Dulu?”.

Jangan lewatkan update berita seputaran Hilang Harapan serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari detik.com